Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
KEPULAUAN RIAU

Rudi Komitmen Tingkatkan Investasi PMA Maupun PMDN

×

Rudi Komitmen Tingkatkan Investasi PMA Maupun PMDN

Sebarkan artikel ini
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi. (Foto : Ist)

BATAM — Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyatakan komitmennya untuk terus bekerja keras guna meningkatkan nilai investasi di masa yang akan datang, baik dari investasi Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Mengingat, ekonomi Batam diproyeksikan dapat tumbuh hingga menyentuh angka 7,5 persen pada tahun 2024.

“Target ini membutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak. Baik dari unsur pemerintah, swasta dan masyarakat,” kata Rudi di Batam, kemarin.

Geser Untuk Baca Berita
Geser Untuk Baca Berita

Pada kesempatan itu, Rudi juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berupaya keras dalam meningkatkan nilai realisasi investasi di Kota Batam sepanjang tahun 2023.

Dengan pertumbuhan nilai investasi mencapai 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan total investasi mencapai Rp 15,62 triliun, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Batam dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Apabila nilai investasi meningkat, ekonomi Batam pun akan bangkit dan masyarakat mendapat manfaatnya,” ujar Rudi.

Berdasarkan data Kementerian Investasi RI, nilai PMA mencapai Rp 8,8 triliun dan PMDN sebesar Rp 6,8 triliun dari total investasi Kota Batam pada tahun 2023.

Rudi yakin bahwa nilai tersebut akan terus meningkat seiring dengan program strategis yang telah disusun oleh BP Batam untuk tahun ini.

Program-program tersebut termasuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), pembangunan infrastruktur pendukung, serta realisasi Program Rempang Eco-City yang dianggap sebagai langkah penting dalam menarik minat investor.

Rudi juga mengajak semua pihak untuk mendukung kemajuan Batam dengan menjaga situasi kondusif agar tidak mengganggu iklim investasi yang sedang berkembang.

“Mari kita dukung kemajuan Batam. Kita jaga situasi saat ini agar tetap kondusif sehingga tidak menggangu iklim investasi,” pungkasnya. ***

(Red)