Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
HUKRIMKEPULAUAN RIAUPOLRI

Konflik Antar Remaja Sering Terjadi di Bulan Ramadhan

×

Konflik Antar Remaja Sering Terjadi di Bulan Ramadhan

Sebarkan artikel ini
7 Remaja saat diamankan Unit Reskrim Polsek Sekupang. (Foto : Ist)

BATAM — Konflik antar remaja sering terjadi di bulan Ramadhan, seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Sekupang. Sejumlah anak di bawah umur yang berencana melakukan perang sarung berhasil dicegah oleh kepolisian.

Dalam patroli Polsek Sekupang di bawah pimpinan Kanit Reskrim Polsek Sekupang, IPTU Andi Pakpahan, sejumlah remaja yang dicurigai hendak melakukan perang sarung di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sei Temiang, Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, berhasil diamankan pada hari Selasa, 19 Maret 2024.

Geser Untuk Baca Berita
Geser Untuk Baca Berita

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto, melalui Kapolsek Sekupang, AKP M Rizky Saputra, menjelaskan bahwa kegiatan perang sarung yang dapat berujung pada tawuran, yang melibatkan sejumlah remaja berusia belasan tahun, berhasil dihentikan setelah pihaknya mendapat informasi dari masyarakat.

“Ya, kami mendapat informasi tentang sekelompok remaja yang akan melakukan perang sarung. Setelah kami melakukan pengecekan, benar adanya mereka di lokasi,” ujar AKP Rizky.

Sebanyak 7 remaja pelajar di Kota Batam berhasil ditangkap oleh Polsek Sekupang karena terlibat dalam insiden tersebut. Mereka berasal dari dua kelompok remaja yang berencana melakukan perang sarung di wilayah Kecamatan Sekupang.

“Kami berhasil mengamankan 7 remaja pelajar bersama dengan sejumlah barang bukti dan langsung membawa mereka ke Mapolsek,” tambahnya.

Karena para pelaku perang sarung masih di bawah umur, polisi akan memanggil orang tua mereka untuk memberikan pembinaan. Para remaja tersebut kemudian dikembalikan kepada orang tua masing-masing.

“Kami akan memberikan pembinaan kepada remaja pelaku dan mengembalikan mereka kepada orang tua mereka, serta memberikan pemahaman kepada orang tua agar dapat mengawasi anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam perang sarung lagi,” ucap Kapolsek.

Polisi juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif. Warga diminta segera melaporkan jika ada potensi tindakan kenakalan remaja. Peran aktif orang tua juga sangat penting untuk mencegah dan mengantisipasi tindakan perang sarung oleh remaja.

“Jika ada lagi remaja yang tertangkap melakukan perang sarung, terutama dengan membawa senjata tajam dan mengancam keselamatan orang lain, maka akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tegas AKP Rizky. ***

(Rhiz)