HEADLINEKEPULAUAN RIAU

Ribuan Masyarakat Rempang Demo di Depan Kantor BP Batam, Cek Penyebabnya Disini

×

Ribuan Masyarakat Rempang Demo di Depan Kantor BP Batam, Cek Penyebabnya Disini

Sebarkan artikel ini
Ribuan masyarakat dari Rempang dan Galang Kota Batam melakukan aksi demo di depan Kantor BP Batam. (Foto : Ist)

BATAM — Ribuan Warga Rempang, Kota Batam, yang tergabung dari Aliansi Pemuda Melayu Kepri melakukan aksi demo di BP Batam menolak relokasi terkait rencana pengembangan Pulau Rempang sebagai kawasan ekonomi baru atau The New Engine of Indonesian’s Economic Growth.

Dalam aksi demo itu, ada beberapa tuntutan yang disampaikan masyarakat kepada Pemerintah Kota Batam, antara lain menolak relokasi 16 titik Kampung Tua yang berada di Rempang-Galang tanpa syarat, pengakuan terhadap Tanah Melayu Rempang Galang dan mengeluarkan legalitas.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Selain itu, demonstran juga meminta agar dihentikan intimidasi terhadap masyarakat Rempang Galang, serta meminta maaf kepada masyarakat Rempang Galang dan masyarakat Melayu pada umumnya.

Pantauan di lapangan, ribuan masa tersebut melayangkan beberapa tuntutan di hadapan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi.

BACA JUGA :   Nuzulul Quran, Pemko Batam Datangkan Penceramah Kondang Ustadz Ahmad Rustandi dan Artis Religi Ai Khodijah

Aksi unjuk rasa itu sempat terjadi kericuhan, namun dapat diredam oleh petugas keamanan.

“Kami menolak relokasi,” ucap salah seorang orator demo dalam orasinya.

Sementara, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyampaikan, ia hadir di tengah masyarakat untuk menjawab pertanyaan masyarakat.

“Kita sama sama berada disini untuk mencari solusi,” ucap Rudi, yang hadir di tengah peserta unjuk rasa.

BACA JUGA :   Purwiyanto Lantik 46 Pejabat Struktural BP Batam

Sebelumnya, pada Senin, 21 Agusutus 2023, ratusan warga di Kecamatan Galang, Kota Batam, menutup akses jalan menuju Pulau Rempang dan Galang mulai dari Jembatan 4 Barelang, imbas dari rencana pengembangan kawasan Eco-City oleh PT Makmur Elok Graha (MEG) setelah disetujuinya investasi pengembangan Pulau Rempang sebagai kawasan ekonomi baru oleh pemerintah. ***

(Red)