GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

BREAKING: Pria 61 Tahun Tiba-tiba Meninggal Dunia di Gym Hotel Maximillian Karimun

×

BREAKING: Pria 61 Tahun Tiba-tiba Meninggal Dunia di Gym Hotel Maximillian Karimun

Sebarkan artikel ini
BREAKING: Pria 61 Tahun Tiba-tiba Meninggal Dunia di Gym Hotel Maximillian Karimun
BREAKING: Pria 61 Tahun Tiba-tiba Meninggal Dunia di Gym Hotel Maximillian Karimun. (Foto : Polsek Balai Karimun)

KARIMUN – Seorang pria berusia 61 tahun bernama Wang Lie ditemukan meninggal dunia secara mendadak di dalam ruangan fitnes atau gym Hotel Maximillian, Jalan Nusantara, Kelurahan Tanjung Balai Kota, Kecamatan Karimun, Kamis, 26 Maret 2026 sekitar pukul 12.50 WIB.

Kapolsek Balai Karimun, AKP Andri Yusri, menyampaikan bahwa korban awalnya datang ke lokasi untuk berolahraga sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Korban datang ke gym untuk berolahraga, kemudian ditemukan sudah terbaring di lantai dalam kondisi tidak bergerak,” ujarnya.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh pengawas gym yang melihat korban sudah tergeletak di lantai ruangan fitnes.

Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada manajemen hotel. Bersama-sama, mereka mendekati korban dan mencoba mengecek kondisinya.

“Saksi bersama pihak manajemen mendekati korban, melepaskan sabuk gym yang terpasang di tubuh korban, lalu memeriksa kondisinya,” jelas AKP Andri Yusri.

Mendapat laporan dari pihak hotel, personel kepolisian dari Polres Karimun dan Polsek Balai Karimun langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Tim identifikasi melakukan pemeriksaan awal sebelum korban dievakuasi ke RSUD Muhammad Sani menggunakan ambulans.

“Personel langsung mendatangi lokasi, mengamankan TKP dan melakukan olah TKP bersama tim Inafis,” katanya.

Di sekitar lokasi, polisi juga mengamankan sejumlah barang milik korban. Di antaranya tas ransel, dompet, dua unit handphone, botol minum, handuk, kunci motor, hingga uang tunai sebesar Rp1.097.000.

Selain itu, ditemukan pula perlengkapan olahraga seperti sabuk gym, pakaian, sandal, serta barang pribadi lainnya.

Untuk memastikan penyebab kejadian, polisi telah memintai keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi saat peristiwa terjadi.

Rekaman CCTV di area gym juga turut diamankan sebagai bagian dari penyelidikan.

“Kami telah meminta keterangan saksi-saksi dan mengamankan rekaman CCTV untuk mengetahui rangkaian kejadian secara lengkap,” ungkap AKP Andri Yusri.

Dalam penanganan kasus ini, pihak keluarga diketahui menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Meski demikian, visum tetap dilakukan sebagai prosedur awal pemeriksaan.

“Pihak keluarga membuat surat penolakan autopsi, namun visum tetap dilakukan,” tutupnya. ***

Preferensi Sumber
banner 482x100