TANJUNGPINANG – Yayasan Badan Perjuangan Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) mulai mengumpulkan kesaksian mahasiswa untuk penyusunan buku sejarah pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Langkah itu dilakukan dengan mengundang koordinator dan perwakilan mahasiswa Kepri yang pernah berkuliah di sejumlah kota seperti Jakarta, Pekanbaru, Bandung, Yogyakarta hingga Tanjungpinang.
Pertemuan yang berlangsung di Sekretariat BP3KR pada Selasa, 12 Mei 2026 itu menjadi bagian dari proses penggalian data sejarah perjuangan pembentukan Provinsi Kepri pada rentang waktu 1999 hingga 2002.
Sekretaris Yayasan BP3KR, Sudirman Almoen, mengatakan para mahasiswa diminta menyampaikan kembali cerita maupun peristiwa yang masih mereka ingat selama masa perjuangan pembentukan Kepri.
“Kita meminta teman-teman hadir di Sekretariat BP3KR ini menyampaikan sekilas berdasarkan peristiwa yang mereka ingat dan menceritakan ulang kepada Tim Penulis Buku,” ujarnya.
Menurut Sudirman, pengumpulan kesaksian tersebut penting dilakukan agar sejarah perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau dapat terdokumentasi secara lengkap melalui buku sejarah yang tengah disusun.
Selain meminta cerita perjuangan, Tim Penulis Buku juga melakukan pendataan ulang identitas mahasiswa serta menggali informasi mengenai keterlibatan aktif mereka dalam berbagai pergerakan perjuangan pembentukan Kepri.
Tim penulis buku sejarah itu diketuai Prof Abdul Malik dengan Sekretaris Zamzami A Karim bersama tiga anggota tim lainnya.
Ketua Yayasan BP3KR, Huzrin Hood, menegaskan mahasiswa memiliki peran penting dalam perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau karena ikut menjadi penggerak aspirasi masyarakat pada masa itu.
“Mahasiswa Kepri yang berkuliah di era awal 2000 sebagai penggerak perjuangan, yang ikut berjuang bersama tokoh-tokoh BP3KR. Untuk itulah dalam sejarah perjuangan pembentukan Provinsi Kepri, keterlibatan mahasiswa pada masa itu tidak boleh dilupakan,” jelas Huzrin.
BP3KR sendiri menargetkan proses penyusunan buku sejarah tersebut berlangsung lebih dari satu tahun dan direncanakan diluncurkan pada momentum Hari Marwah tahun 2027 mendatang. ***









