GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

Terkait Kebijakan Investasi  Indomaret di Tanjungpinang, Rivai Minta Elite Politik Berhenti Bangun Opini Dini

×

Terkait Kebijakan Investasi  Indomaret di Tanjungpinang, Rivai Minta Elite Politik Berhenti Bangun Opini Dini

Sebarkan artikel ini
Terkait Kebijakan Investasi Indomaret di Tanjungpinang, Rivai Minta Elite Politik Berhenti Bangun Opini Dini
Terkait Kebijakan Investasi Indomaret di Tanjungpinang, Rivai Minta Elite Politik Berhenti Bangun Opini Dini. (Foto : Ist)

TANJUNGPINANG – Tokoh masyarakat Kepulauan Riau, Rivai, meminta para elite politik untuk menghentikan upaya membangun opini publik secara dini di tengah dinamika kebijakan daerah yang sedang berjalan.

Pernyataan itu disampaikan pada Senin, 4 Mei 2026, menanggapi berkembangnya perdebatan terkait kebijakan investasi ritel modern seperti Indomaret di Tanjungpinang.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Menurut Rivai, dinamika politik yang muncul saat ini seharusnya tidak diarahkan pada upaya membanding-bandingkan kepemimpinan atau mengangkat kembali narasi lama.

“Pilkada sudah lewat satu tahun lebih. Pilkada yang akan datang juga masih lama. Tapi anehnya ada orang-orang politik yang mulai membangun opini massa secara dini,” ujarnya.

Ia menilai, kondisi ekonomi dan fiskal yang sedang dihadapi daerah justru membutuhkan kolaborasi gagasan dari para pemangku kepentingan, bukan pembentukan opini yang berpotensi memecah fokus pembangunan.

Rivai menegaskan bahwa masyarakat saat ini lebih membutuhkan solusi konkret dan pemikiran besar untuk memperkuat ekonomi daerah.

“Sudahilah dulu, masyarakat lebih memerlukan pemikiran besar dari tokoh-tokoh politik, dengan jiwa besar,” katanya.

Menurutnya, kebijakan yang diambil pemerintah daerah saat ini harus dilihat dalam konteks tantangan yang berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, terutama akibat perubahan dinamika ekonomi nasional dan global.

Ia juga menyoroti adanya kecenderungan sebagian pihak yang mencoba membangun persepsi bahwa kebijakan masa lalu lebih baik dibandingkan saat ini.

Padahal, menurut Rivai, pemerintahan saat ini tetap melanjutkan dan menyempurnakan program-program yang telah berjalan baik sebelumnya.

“Kurang elok rasanya jika dinamika ini dimanfaatkan untuk kepentingan yang menjurus pada mendiskreditkan seseorang,” ujarnya.

Rivai pun mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam berpolitik, terutama dalam menyikapi isu-isu publik yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

Ia berharap seluruh pihak dapat lebih fokus pada upaya membangun daerah secara bersama-sama, dibandingkan memperdebatkan hal-hal yang tidak produktif.

“Jadi janganlah menjual kecap dengan cara menjatuhkan kecap lain,” pungkasnya. ***