GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

Kebijakan Ritel Indomaret di Tanjungpinang Dinilai Bagian Strategi Hadapi Tekanan Fiskal

×

Kebijakan Ritel Indomaret di Tanjungpinang Dinilai Bagian Strategi Hadapi Tekanan Fiskal

Sebarkan artikel ini
Kebijakan Ritel Indomaret di Tanjungpinang Dinilai Bagian Strategi Hadapi Tekanan Fiskal
Kebijakan Ritel Indomaret di Tanjungpinang Dinilai Bagian Strategi Hadapi Tekanan Fiskal. (Foto : Ist)

TANJUNGPINANG – Kebijakan membuka peluang investasi ritel modern seperti Indomaret di Tanjungpinang dinilai sebagai bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menghadapi tekanan fiskal yang sedang terjadi.

Pandangan tersebut disampaikan tokoh masyarakat Kepulauan Riau, Rivai, pada Senin, 4 Mei 2026, menyikapi dinamika kebijakan yang berkembang di daerah.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Menurutnya, kondisi fiskal daerah saat ini tidak bisa dilepaskan dari pengaruh dinamika ekonomi global dan kebijakan nasional yang berdampak langsung pada daerah.

Ia mencontohkan adanya pembatasan dana transfer ke daerah yang memengaruhi kemampuan pemerintah dalam menjalankan program pembangunan.

“Kondisinya tidak lagi sama seperti dua tahun lalu. Dana transfer ke daerah mulai dibatasi, dan ini berdampak ke seluruh daerah,” ujarnya.

Dalam situasi tersebut, Rivai menilai pemerintah daerah perlu mencari alternatif sumber penggerak ekonomi, salah satunya melalui investasi sektor ritel modern.

Menurutnya, kebijakan tersebut tidak bisa dilihat secara sempit, melainkan sebagai upaya adaptasi terhadap kondisi ekonomi yang berubah.

Ia juga menilai Tanjungpinang justru memiliki peluang di tengah tekanan fiskal, jika mampu memanfaatkan investasi secara tepat.

“Di Tanjungpinang saya cermati kondisi ini justru menjadi kesempatan,” katanya.

Namun demikian, Rivai mengingatkan pentingnya pengawasan dan pengaturan agar kebijakan tersebut tetap sejalan dengan kepentingan masyarakat, terutama pelaku UMKM dan usaha kecil.

Ia menegaskan bahwa pemerintah harus mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan investasi dan keberlangsungan ekonomi lokal.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar dinamika kebijakan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik yang berpotensi memecah fokus pembangunan.

“Kurang elok rasanya jika dinamika ini dimanfaatkan untuk kepentingan yang menjurus pada mendiskreditkan seseorang,” ujarnya.

Rivai berharap seluruh pihak dapat melihat kebijakan tersebut secara objektif dan mendukung langkah-langkah yang bertujuan memperkuat ekonomi daerah di tengah tantangan fiskal. ***