TANJUNGPINANG – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mengajak Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kepulauan Riau untuk memperkuat layanan berbasis teknologi dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat. Ajakan tersebut disampaikan Ansar saat memimpin upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80 Tahun 2026 di Halaman Kantor Kementerian Agama Provinsi Kepri, Kota Tanjungpinang, Sabtu (3/1/2026).
Peringatan HAB Kemenag ke-80 Tahun 2026 mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi Indonesia Damai dan Maju”. Dalam momentum tersebut, Gubernur Ansar menilai transformasi digital menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda, seiring dengan tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel.
Dalam amanatnya, Ansar membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar. Disampaikan bahwa kerukunan umat merupakan pondasi utama stabilitas nasional, sementara sinergi menjadi kunci penting dalam kolaborasi lintas sektor.
“Sementara itu, sinergi digarisbawahi sebagai pentingnya kolaborasi lintas sektoral. Kementerian Agama menyadari bahwa urusan agama memerlukan kerja sama erat antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat sipil,” jelas Ansar.
Ia menambahkan bahwa teknologi digital dapat menjadi sarana penting untuk memperkuat sinergi tersebut, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Gubernur Ansar menekankan bahwa penguatan layanan berbasis teknologi harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya ASN di lingkungan Kemenag Kepri. ASN diminta lebih adaptif terhadap perkembangan zaman dan responsif terhadap berbagai isu umat.
“Tak hanya lembaganya saja, ASN di lingkungan Kemenag Kepri pun diharapkan mampu melakukan digitalisasi layanan dan meningkatkan responsivitas terhadap isu umat, sehingga dapat bertransformasi secara digital, lincah, dan sigap dalam menghadapi perubahan zaman digitalisasi,” kata Ansar.
Menurutnya, transformasi digital tidak hanya menyangkut sistem, tetapi juga pola pikir dan budaya kerja aparatur dalam memberikan pelayanan.
Ansar juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik Kemenag, terutama dalam penyelenggaraan ibadah haji dan pendidikan keagamaan. Ia berharap, melalui pemanfaatan teknologi, layanan-layanan tersebut dapat dilakukan secara lebih transparan dan efisien.
Selain itu, Ansar menegaskan bahwa di usia 80 tahun, Kementerian Agama harus terus memastikan bahwa agama hadir sebagai solusi dalam setiap persoalan bangsa, serta menjadi perekat kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Kehadiran Kemenag sendiri diharapkan dapat menjadi pondasi kekuatan bangsa yang majemuk, perekat perdamaian umat, dan lembaga yang berkontribusi dalam menciptakan bangsa yang tak hanya berakhlak mulia, namun juga adil dan sejahtera,” ujar Ansar.
Melalui peringatan Hari Amal Bakti ke-80 ini, Gubernur Ansar berharap Kemenag Kepri menjadikannya sebagai momentum untuk memperkuat komitmen pelayanan berbasis teknologi, tanpa meninggalkan nilai-nilai moral dan kerukunan umat beragama.
“Semoga semangat peringatan Hari Amal Bakti ini dapat menjadi semangat kerja nyata dalam merekatkan kerukunan umat yang mampu membawa Indonesia maju dan bermartabat,” tutup Ansar.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Ansar Ahmad bersama Kepala Kantor Wilayah Kemenag Kepri, Dr. H. Zoztafia, S.Ag., M.Pd.I., juga menyerahkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya 10, 20, dan 30 tahun kepada ASN Kemenag Kepri.
Acara dihadiri jajaran Forkopimda Provinsi Kepri, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, pimpinan organisasi keagamaan, kepala Kemenag se-Provinsi Kepri, serta ASN di lingkungan Kemenag Kepri. ***









