GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

Ketua Batin Kepri: Konsep Kawasan Ekonomi Khusus Religius Diusulkan untuk Pulau Penyengat

×

Ketua Batin Kepri: Konsep Kawasan Ekonomi Khusus Religius Diusulkan untuk Pulau Penyengat

Sebarkan artikel ini
Ketua Batin Kepri: Konsep Kawasan Ekonomi Khusus Religius Diusulkan untuk Pulau Penyengat
Ketua Batin Kepri: Konsep Kawasan Ekonomi Khusus Religius Diusulkan untuk Pulau Penyengat. (Foto : Ist)

TANJUNGPINANG – Pulau Penyengat diusulkan dikembangkan sebagai kawasan ekonomi khusus religius yang terintegrasi dengan konsep poros maritim di Provinsi Kepulauan Riau.

Usulan tersebut disampaikan Ketua Batin Kepri, Said Zaldy Al Qudsy, saat momentum Hari Marwah pada Sabtu, 17 Mei 2026.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Menurut Zaldy, Pulau Penyengat memiliki kekuatan sejarah, budaya, dan geografis yang sangat kuat sehingga layak menjadi pusat pengembangan strategis maritim dan religi di Kepri.

“Saya dukung semua peran pemerintah dalam pengembangan Pulau Penyengat, namun jangan separuh-separuh. Patutnya Penyengat sebagai Poros Maritim nasional, yang berakar dari histori dan geografis tadi dan tetap mengagungkan persaudaraan yang kental di 3 negara ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Pulau Penyengat sejak masa Kesultanan Riau Lingga dikenal sebagai salah satu pusat kekuatan maritim di kawasan Selat Riau.

Menurutnya, kawasan tersebut dahulu menjadi titik penting lalu lintas perdagangan dan pelayaran sehingga memiliki nilai historis besar bagi perkembangan maritim Melayu.

Karena itu, Zaldy menilai pengembangan Pulau Penyengat tidak cukup hanya dilakukan secara parsial, tetapi harus terintegrasi dengan konsep ekonomi, budaya, religi, dan maritim secara menyeluruh.

Ia mengatakan konsep kawasan ekonomi khusus religius dapat menjadi pintu penguatan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga identitas sejarah dan budaya Melayu di Kepri.

Selain itu, pengembangan kawasan tersebut juga dinilai dapat mendukung kehidupan masyarakat pesisir dan membuka peluang ekonomi baru berbasis maritim dan wisata religi.

Zaldy juga menyoroti posisi strategis Kepri yang didominasi wilayah laut dan berada di jalur pelayaran internasional tersibuk di kawasan.

“Hal ini bukan tak mendadak karena kita 4 persen darat, dan 96 persen laut, miliki potensi besar untuk kemakmuran rakyat yang meski cepat dilakukan oleh Pemerintah, baik Daerah maupun Pusat,” katanya.

Namun menurutnya, hingga saat ini potensi besar tersebut belum sepenuhnya memberi dampak maksimal terhadap kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, ia mendorong pemerintah pusat dan daerah memperkuat pembangunan maritim Kepri melalui dukungan regulasi, fasilitas laut, dan kerja sama strategis lintas negara.

Batin Kepri, lanjut Zaldy, juga siap membantu mengawal pengembangan kawasan strategis tersebut melalui seminar nasional, Focus Group Discussion (FGD), hingga pertemuan tiga negara serumpun.

Menurut dia, penguatan Pulau Penyengat sebagai kawasan strategis maritim dan religius pada akhirnya bertujuan menghadirkan kesejahteraan masyarakat Kepri secara lebih luas.

“Perjuangan ini memang menegakkan marwah kita berikutnya setelah jadi Provinsi, dan kesejahteraan masyarakat jadi poin utamanya,” tutup Zaldy. ***

Preferensi Sumber
banner 482x100