Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
HEADLINEPOLITIKSUMATERA

Sesuai Data Sirekap, Ini Rincian Perolehan Suara Sementara 6 Dapil DPRD Provinsi Lampung

×

Sesuai Data Sirekap, Ini Rincian Perolehan Suara Sementara 6 Dapil DPRD Provinsi Lampung

Sebarkan artikel ini
Perolehan Suara Sementara 6 Dapil DPRD Provinsi Lampung. (Foto : Tangkap Layar)

LAMPUNG – Berikut adalah rincian perolehan suara sementara untuk 6 Daerah Pemilihan (Dapil) DPRD Provinsi Lampung sesuai data Sirekap:

  1. Dapil Lampung 1 (Kota Bandar Lampung):
  • Persentase TPS masuk: 75,14%
  • Total kursi: 11
  • Rincian perolehan suara:
    • Gerindra: 51.977 (18,27%)
    • NasDem: 43.694 (15,74%)
    • PKB: 33.895 (12,21%)
    • PKS: 31.066 (11,19%)
    • PDI P: 30.938 (11,6%)
    • Golkar: 20.211 (7,28%)
    • PAN: 16.582 (5,97%)
    • Demokrat: 5,5%

2. Dapil IV (Kabupaten Tanggamus, Lampung Barat, dan Pesisir Barat):

Geser Untuk Baca Berita
Geser Untuk Baca Berita
  • Persentase TPS masuk: 78,03%
  • Total kursi: 10
  • Rincian perolehan suara:
    • PDI P: 93.025 (30,21%)
    • Gerindra: 63,070 (20,48%)
    • PAN: 39.391 (12,79%)
    • PKB: 23.066 (7,67%)
    • Golkar: 20.853 (6,68%)
    • Demokrat: 20.447 (6,64%)
    • PKS: 15.266 (4,96%)
    • NasDem: 13.909 (4,52%)

3. Dapil V (Kabupaten Way Kanan, Lampung Utara):

  • Persentase TPS masuk: 81,81%
  • Total kursi: 11
  • Rincian perolehan suara:
    • Gerindra: 79.028 (20,83%)
    • NasDem: 67.387 (17,76%)
    • Demokrat: 54.899 (14,47%)
    • Golkar: 42.445 (11,19%)
    • PDI P: 41.153 (10,58%)
    • PKS: 29.582 (7,8%)
    • PKB: 28,442 (7,5%)
    • PAN: 23.256 (6,13%)

4. Dapil VI (Kabupaten Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Mesuji):

  • Persentase TPS masuk: 79,91%
  • Total kursi: 10
  • Rincian perolehan suara:
    • PDI P: 67.315 (19,16%)
    • Gerindra: 59.390 (16,19%)
    • Golkar: 58.056 (16,53%)
    • Demokrat: 36.926 (10,51%)
    • PKB: 29.533 (8,41%)
    • PAN: 27.944 (7,95%)
    • NasDem: 23.907 (6,8%)
    • PKS: 19,006 (5,41%)

5. Dapil VII (Kabupaten Lampung Tengah):

  • Persentase TPS masuk: 79,91%
  • Total kursi: 12
  • Rincian perolehan suara:
    • Golkar: 76.367 (23,07%)
    • Gerindra: 51.378 (15,52%)
    • PDI P: 47.796 (14,44%)
    • PKB: 44.764 (13,53%)
    • NasDem: 27.358 (8,27%)
    • PKS: 25.263 (7,63%)
    • PAN: 23.877 (7,21%)
    • Demokrat: 21.297 (6,43%)

6. Dapil VIII (Kabupaten Lampung Timur):

  • Persentase TPS masuk: 78,51%
  • Total kursi: 10
  • Rincian perolehan suara:
    • PKB: 79.139 (21,03%)
    • PDI P: 61.971 (16,47%)
    • P DI P: 61.544 (16,53%)
    • Golkar: 47.879 (12,27%)
    • PKS: 31.383 (8,34%)
    • Demokrat: 25.579 (6,8%)
    • NasDem: 24.466 (6,5%)
    • PAN: 21.297 (5,67%)

Komisioner KPU Lampung Bidang Teknis Penyelenggara, Ismanto, menjelaskan bahwa rekapitulasi hasil perolehan suara pemilu dilakukan secara berjenjang, dimulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat nasional, sesuai dengan UU No 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

“Jadi dimulai dari tingkat kecamatan oleh PPK, dan tingkat kabupaten/kota oleh KPU kabupaten/kota, tingkat provinsi oleh KPU provinsi, dan tingkat nasional oleh KPU. Jadi itu telah sesuai berdasarkan UU No. 7 tahun 2017, tentang Pemilu,” kata Ismanto.

Penggunaan aplikasi Sirekap telah diatur dalam Keputusan KPU Nomor 66 Tahun 2024 sebagai alat bantu penghitungan suara untuk kepentingan publikasi. Namun, penetapan perolehan suara tetap menggunakan rekapitulasi yang dilakukan secara berjenjang.

“Jadi terkait informasi pemilu yang ada di laman https://pemilu2024.kpu.go.id/, bahwa data tersebut tidak menjadi dasar dalam rekapitulasi hasil penghitungan suara dan penetapan perolehan suara peserta pemilu,” ujar Ismanto.

Bawaslu Provinsi Lampung, melalui Ketua Iskardo P Panggar, menjamin kemurnian suara Pemilu 2024 dengan melakukan pengawasan melekat terhadap pleno rekapitulasi hasil pemilu di semua tingkatan.

Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada perubahan atau pergeseran suara. Jika terdapat perbedaan antara hasil rekapitulasi dan hasil pemungutan suara di TPS, Bawaslu akan melakukan pembukaan kotak suara dan penghitungan ulang untuk memastikan keabsahan suara.

“Contohnya, hari ini saya memantau di salah satu kecamatan, mereka membuka dan menghitung suara ulang,” ujar Iskardo. ***

(Red)