GESER UNTUK BACA BERITA
TANJUNGPINANG

Pemerintah Siapkan Strategi Selamatkan Pariwisata Nasional

×

Pemerintah Siapkan Strategi Selamatkan Pariwisata Nasional

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Siapkan Strategi Selamatkan Pariwisata Nasional
Pemerintah Siapkan Strategi Selamatkan Pariwisata Nasional. (Foto : Ky)

TANJUNGPINANG – Pemerintah menyiapkan berbagai strategi untuk menyelamatkan sektor pariwisata nasional di tengah tekanan konflik geopolitik global yang berpotensi mengganggu mobilitas wisatawan internasional.

Strategi selamatkan pariwisata nasional ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang menegaskan pentingnya langkah antisipatif agar sektor pariwisata tetap stabil.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Pemerintah memproyeksikan potensi kehilangan sekitar 5.500 wisatawan mancanegara per hari dengan potensi kehilangan devisa mencapai Rp184,8 miliar per hari jika situasi ini tidak dimitigasi dengan baik,” ujar Airlangga, Senin (16/3/2026).

Menurut Airlangga, tekanan terhadap sektor pariwisata terjadi akibat terganggunya konektivitas penerbangan internasional serta meningkatnya biaya operasional maskapai karena kenaikan harga avtur.

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah mendorong penguatan pasar domestik agar tetap menjadi penopang utama sektor pariwisata di tengah penurunan potensi wisatawan mancanegara.

Selain itu, pemerintah juga memperluas kebijakan bebas visa kunjungan bagi negara-negara potensial untuk menjaga arus kunjungan wisatawan ke Indonesia.

Di sisi lain, stimulus transportasi juga disiapkan menjelang periode libur Lebaran, termasuk diskon tiket pesawat rata-rata sebesar 18 persen serta diskon transportasi laut dan kereta api hingga 30 persen.

Langkah ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pergerakan wisatawan domestik.

Sementara itu, Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan bahwa sektor pariwisata sangat bergantung pada kelancaran mobilitas antarnegara.

“Pariwisata pada hakikatnya sangat bergantung pada kelancaran mobilitas antarnegara. Ketika mobilitas tersebut terganggu, baik karena faktor logistik, ekonomi maupun geopolitik, maka sektor pariwisata juga akan terdampak,” jelas Widiyanti.

Selain strategi jangka pendek, pemerintah juga memperkuat promosi Indonesia sebagai destinasi wisata yang aman dan terjangkau untuk menjaga kepercayaan wisatawan internasional.

Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga daya saing pariwisata Indonesia sekaligus meminimalkan dampak dari gejolak global yang terjadi saat ini. ***

Preferensi Sumber
banner 482x100