Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
HEADLINEKEPULAUAN RIAUPOLITIK

Pemilu 2024 Tanjung Pinang Simpan Misteri, Ketua PPK Dapil 4 Tiba-Tiba Hilang Tanpa Jejak

×

Pemilu 2024 Tanjung Pinang Simpan Misteri, Ketua PPK Dapil 4 Tiba-Tiba Hilang Tanpa Jejak

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Rapat Pleno Rekapitulasi Perolehan Suara DPRD Provinsi Kepri di Hotel CK Kota Tanjung Pinang. (Foto : Ist)

TANJUNG PINANG — Pemilu 2024 di Kota Tanjung Pinang masih menyimpan misteri terkait keberadaan Ketua PPK Dapil 4 yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tanjung Pinang telah membentuk Gakkumdu untuk menyelidiki kasus ini, mengingat adanya dugaan pelanggaran dalam Pemilu yang perlu diungkap. Ketua PPK Dapil 4 Kota Tanjung Pinang tidak pernah hadir dalam rapat pleno, dan hal ini menimbulkan ketegangan, terutama saat perbedaan data dari saksi partai muncul di rapat pleno yang digelar di Hotel CK.

Geser Untuk Baca Berita
Geser Untuk Baca Berita

Ketua Bawaslu Kota Tanjung Pinang, Muhammad Yusuf, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan penggelembungan suara di Kecamatan Bukit Bestari, Dapil 4 Kota Tanjung Pinang. Untuk mengkaji laporan ini, Bawaslu akan melakukan analisis awal selama beberapa hari sebelum menentukan langkah selanjutnya.

“Sudah ada laporan kemarin, jadi Senin ini kita akan mulai lakukan kajian awal,” kata Ketua Bawaslu Kota Tanjung Pinang, Muhammad Yusuf, Minggu (3/3/2024) malam, saat di ruang pleno Hotel CK.

Ketua PPK Bukit Bestari, yang diduga terlibat dalam penggelembungan suara, juga menjadi perhatian dalam investigasi ini. Namun, keberadaannya masih menjadi tanda tanya karena tidak pernah menghadiri panggilan klarifikasi dari KPU dan sulit dihubungi.

Muhammad Yusuf menegaskan bahwa dalam proses penindakan, Bawaslu akan bekerja sama dengan Gakkumdu untuk menangani aktivitas penegakan hukum tindak pidana dalam pemilu. Jika terbukti melakukan kesalahan, langkah selanjutnya adalah proses hukum di Mahkamah Konstitusi (MK) berdasarkan bukti-bukti yang ada.

“Maka itu kita akan usahakan mencari, kita sedang melacak dimana posisi keberadaannya. Namun harus dipahami bahwa kita tidak seperti kepolisian ada pemanggilan paksa dan semacamnya,” terangnya.

Ketidak hadiran Ketua PPK Dapil 4 saat rapat pleno KPU Kota Tanjung Pinang telah menciptakan kekacauan, dengan seorang saksi partai melakukan aksi pelemparan mikrofon dan pemecahan meja. Hal ini menjadi bukti nyata dari ketegangan yang terjadi di tengah proses pemilu yang seharusnya berjalan lancar. ***

(Red)