GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

Pemko Gandeng Bappenas Bahas Pengembangan Wisata Tanjungpinang

×

Pemko Gandeng Bappenas Bahas Pengembangan Wisata Tanjungpinang

Sebarkan artikel ini
Pemko Gandeng Bappenas Bahas Pengembangan Wisata Tanjungpinang
Pemko Gandeng Bappenas Bahas Pengembangan Wisata Tanjungpinang. (Foto : Kominfo TPI)

TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang menggandeng Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI dalam pembahasan pengembangan sektor pariwisata daerah.

Kerja sama tersebut dilakukan melalui forum diskusi internal yang digelar di destinasi wisata unggulan Pulau Penyengat pada Kamis, 7 Mei 2026.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, mengatakan forum tersebut menjadi langkah awal untuk memetakan berbagai potensi, peluang, tantangan dan hambatan pengembangan sektor wisata di Tanjungpinang.

Diskusi tersebut melibatkan Bapelitbang sebagai koordinator, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, camat, serta lurah terkait.

“Tentunya setelah ini kita akan mengajak rekan-rekan pelaku usaha wisata, serta stake holder terkait lainnya,” kata Zulhidayat.

Menurutnya, pemerintah kota ingin memastikan arah pengembangan sektor wisata dilakukan berdasarkan identifikasi kebutuhan dan kondisi lapangan secara menyeluruh.

Ia menegaskan pengembangan sektor pariwisata tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah, tetapi membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Jelas perlu kolaborasi berbagai pihak, karena pariwisata merupakan sektor penghasil dan penggerak perekonomian daerah,” ujarnya.

Pembahasan pengembangan sektor wisata tersebut dilakukan di tengah tren kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kota Tanjungpinang pada triwulan pertama tahun 2026.

Data Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau mencatat kunjungan wisman ke Tanjungpinang pada Januari 2026 sebanyak 4.030 kunjungan, meningkat menjadi 5.047 kunjungan pada Februari, dan kembali naik menjadi 5.622 kunjungan pada Maret 2026.

Menariknya, tren kenaikan kunjungan wisman ke Tanjungpinang terjadi ketika Batam, Bintan dan Karimun justru mengalami penurunan jumlah wisatawan asing.

Sebelumnya, Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Tanjungpinang–Bintan, Sapril Sembiring, menilai tren positif tersebut harus menjadi pemicu bagi pemerintah kota untuk lebih kreatif dalam mengembangkan sektor wisata.

Menurut Sapril, masih banyak hal yang perlu dibenahi, mulai dari pengembangan atraksi wisata hingga penyesuaian jadwal kapal feri internasional.

Ia juga menilai kawasan Tepi Laut dan Gedung Gonggong memiliki potensi menjadi destinasi wisata alternatif apabila dikelola lebih baik dan didukung kolaborasi lintas pihak. ***