GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

Tanjungpinang Dinilai Belum Punya Daya Tarik Wisata Malam Hari

×

Tanjungpinang Dinilai Belum Punya Daya Tarik Wisata Malam Hari

Sebarkan artikel ini
Tanjungpinang Dinilai Belum Punya Daya Tarik Wisata Malam Hari
Tanjungpinang Dinilai Belum Punya Daya Tarik Wisata Malam Hari. (Foto : Kominfo TPI)

TANJUNGPINANG – Kota Tanjungpinang dinilai masih belum memiliki daya tarik wisata malam hari yang mampu membuat wisatawan mancanegara (wisman) bertahan lebih lama atau kembali berkunjung.

Penilaian tersebut disampaikan Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Tanjungpinang–Bintan, Sapril Sembiring, di tengah tren positif kenaikan kunjungan wisman ke Tanjungpinang pada triwulan pertama tahun 2026.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Menurut Sapril, salah satu tantangan pengembangan sektor wisata di Tanjungpinang adalah minimnya atraksi wisata malam hari yang dapat dinikmati wisatawan asing.

“Terlebih kita tidak mampu menyuguhkan daya tarik wisata pada malam hari. Tidak ada yang membuat wisman ingin mengulang kembali kunjungannya,” kata Sapril, Rabu, 6 Mei 2026.

Ia menjelaskan kondisi tersebut berkaitan dengan pola kedatangan kapal feri internasional dari Malaysia yang tiba di Tanjungpinang pada sore hari dan kembali berangkat pada pagi hari.

Dengan waktu kunjungan yang terbatas, wisatawan asing disebut tidak memiliki banyak pilihan aktivitas wisata saat malam hari di Tanjungpinang.

Menurut Sapril, kondisi tersebut membuat wisatawan asing cenderung memilih Batam sebagai tujuan kunjungan karena memiliki lebih banyak pilihan aktivitas wisata dan hiburan.

Selain faktor atraksi wisata malam, biaya perjalanan yang lebih mahal dan waktu tempuh yang lebih lama dibandingkan Batam juga dinilai mempengaruhi minat wisman datang ke Tanjungpinang.

Karena itu, Sapril mendorong Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk lebih kreatif dalam mengembangkan sektor pariwisata dan memperkuat daya tarik wisata daerah.

Ia juga menyarankan pemerintah kota membangun komunikasi dengan operator kapal dan otoritas pelabuhan untuk membahas kemungkinan penyesuaian jadwal pelayaran internasional.

Menurut Sapril, pengembangan destinasi wisata dan atraksi wisata yang terjadwal secara berkelanjutan dapat membantu meningkatkan minat kunjungan wisatawan asing.

Ia menilai kawasan Tepi Laut dan Gedung Gonggong sebenarnya memiliki potensi menjadi destinasi wisata alternatif apabila dikelola lebih baik dan didukung kolaborasi berbagai pihak.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang Zulhidayat mengatakan pemerintah kota telah mengidentifikasi berbagai peluang dan hambatan pengembangan sektor pariwisata daerah.

Melalui kerja sama dengan Bappenas RI, Pemko Tanjungpinang juga menggelar forum diskusi internal bersama perangkat daerah terkait di Pulau Penyengat pada Kamis, 7 Mei 2026.

“Tentunya setelah ini kita akan mengajak rekan-rekan pelaku usaha wisata, serta stake holder terkait lainnya,” kata Zulhidayat.

Ia menegaskan pengembangan sektor pariwisata membutuhkan kolaborasi lintas pihak karena menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah. ***