GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

Kunjungan Wisman ke Tanjungpinang Tembus 5.622 pada Maret 2026

×

Kunjungan Wisman ke Tanjungpinang Tembus 5.622 pada Maret 2026

Sebarkan artikel ini
Kunjungan Wisman ke Tanjungpinang Tembus 5.622 pada Maret 2026
Kunjungan Wisman ke Tanjungpinang Tembus 5.622 pada Maret 2026. (Foto : Kominfo TPI)

TANJUNGPINANG – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kota Tanjungpinang mencapai 5.622 kunjungan pada Maret 2026, sekaligus melanjutkan tren kenaikan selama triwulan pertama tahun ini.

Data Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau mencatat jumlah kunjungan wisman ke Tanjungpinang pada Januari 2026 sebanyak 4.030 kunjungan, kemudian meningkat menjadi 5.047 kunjungan pada Februari, dan kembali naik pada Maret menjadi 5.622 kunjungan.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Tren kenaikan tersebut menjadi perhatian karena terjadi di tengah penurunan jumlah kunjungan wisman di sejumlah daerah lain di Kepulauan Riau seperti Batam, Bintan dan Karimun.

Meski jumlah kunjungan wisman ke Tanjungpinang masih lebih rendah dibandingkan daerah lain tersebut, peningkatan yang terus terjadi dinilai menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata daerah.

Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Tanjungpinang–Bintan, Sapril Sembiring, mengatakan tren positif itu harus menjadi pemicu bagi pemerintah daerah untuk lebih fokus mengembangkan daya tarik wisata.

“Artinya ada kecenderungan yang baik. Namun jangan cepat berpuas hati. Tapi hal ini harusnya justru menjadi pemicu. Agar kita lebih fokus memikirkan bagaimana agar wisman yang datang terus meningkat,” kata Sapril, Rabu, 6 Mei 2026.

Menurut Sapril, peningkatan kunjungan wisatawan perlu diikuti dengan pengembangan destinasi wisata dan atraksi wisata yang mampu membuat wisatawan ingin kembali berkunjung.

Ia menilai Tanjungpinang masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk minimnya daya tarik wisata malam hari dan keterbatasan jadwal kapal feri internasional.

Sapril mencontohkan kapal dari Malaysia yang tiba di Tanjungpinang pada sore hari dan kembali berangkat pada pagi hari membuat wisatawan memiliki waktu yang terbatas untuk menikmati destinasi wisata.

Dengan biaya perjalanan yang lebih mahal dan waktu tempuh yang lebih lama dibandingkan Batam, wisatawan asing disebut lebih memilih datang ke daerah tersebut.

“Terlebih kita tidak mampu menyuguhkan daya tarik wisata pada malam hari. Tidak ada yang membuat wisman ingin mengulang kembali kunjungannya,” ungkap Sapril.

Ia juga mengatakan pelaku usaha wisata siap mendukung pengembangan sektor pariwisata Tanjungpinang melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait lainnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang Zulhidayat mengatakan pemerintah kota telah mengidentifikasi berbagai peluang dan hambatan pengembangan sektor wisata daerah.

Melalui kerja sama dengan Bappenas RI, Pemko Tanjungpinang juga melaksanakan forum diskusi internal bersama perangkat daerah terkait di Pulau Penyengat pada Kamis, 7 Mei 2026.

“Tentunya setelah ini kita akan mengajak rekan-rekan pelaku usaha wisata, serta stake holder terkait lainnya,” kata Zulhidayat.

Ia menegaskan pengembangan sektor pariwisata membutuhkan kolaborasi berbagai pihak karena menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah. ***