KOTA BEKASI – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, meresmikan operasional Trans Beken, layanan angkutan umum massal lintas Terminal Bekasi–Harapan Indah, sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam membangun sistem transportasi publik yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berorientasi pada kenyamanan warga.
Trans Beken melayani lintasan pulang-pergi sepanjang 30,1 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 5 menit. Layanan ini didukung 9 armada bus, terdiri dari 8 unit operasional dan 1 unit cadangan, melayani 47 titik henti, serta beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 21.00 WIB. Pada tahap awal, masyarakat masih dapat menggunakan layanan ini secara gratis.
“Ini memang bukan hal yang benar-benar baru, bisa dibilang lagu lama tapi dengan kaset yang berbeda. Jalur ini sudah lama kita inisiasi, dan hari ini kita wujudkan kembali dengan konsep yang lebih matang. Kota yang besar itu bisa dilihat dari sistem transportasi umumnya,” ujar Tri Adhianto, Selasa (10/2/2026).
Tri menjelaskan bahwa pengembangan transportasi publik di Kota Bekasi merupakan bagian dari visi besar pembangunan daerah. Bahkan, ketika dirinya masih menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota, isu transportasi telah menjadi salah satu fokus utama.
“Transportasi publik ini menjadi salah satu bagian penting dalam RPJMD. Tujuan akhirnya sederhana, masyarakat merasa nyaman dan warganya sejahtera. Karena mobilitas yang baik akan berdampak langsung pada produktivitas dan kualitas hidup,” jelasnya.
Dalam pengoperasian Trans Beken, Wali Kota Bekasi juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Kerja sama antara PT Sinar Jaya dan Dinas Perhubungan Kota Bekasi dinilai bukan sekadar urusan operasional, melainkan tantangan bersama untuk menyiapkan sistem transportasi masa depan yang memiliki nilai tambah.
“Ke depan tantangannya adalah bagaimana transportasi ini terus bertumbuh, value-nya bertambah, dan tidak berhenti di tengah jalan. Apalagi Kota Bekasi akan menjadi tuan rumah Porprov Jawa Barat pada akhir November tahun ini, tentu kebutuhan transportasi massal yang andal menjadi sangat penting,” ungkap Tri.
Trans Beken dirancang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lain, seperti Trans Bekasi Patriot, Trans Wibawa Mukti, Transjabodetabek, LRT, dan KRL. Integrasi ini diharapkan mampu mendukung keberlanjutan pengembangan transportasi massal di Kota Bekasi agar tidak terputus antar moda.
Tri juga mengakui peran ojek online yang selama ini membantu mobilitas masyarakat. Namun, menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan angkutan umum massal yang lebih terencana dan berjangka panjang.
“Ojol itu sangat membantu masyarakat, tapi tugas pemerintah adalah menyiapkan transportasi yang lebih baik lagi, lebih terintegrasi. Ke depan, Stasiun Bekasi juga akan kita dorong menjadi simpul transportasi jarak jauh, dengan volume dan jumlah penumpang yang semakin besar dan terhubung dengan lebih banyak moda,” tambahnya.
Sebagai bagian dari visi jangka panjang, Wali Kota Bekasi juga mengungkapkan rencana pengembangan moda transportasi alternatif di masa depan untuk menjawab kebutuhan mobilitas warga.
“Ke depan, Kota Bekasi juga akan mengarah pada pengembangan transportasi berbasis kabel. Ini bukan sekadar wacana, tapi bagian dari perencanaan jangka panjang kota agar mobilitas warga semakin modern dan efisien,” pungkasnya. ***








