BEKASI – Persoalan banjir di wilayah perbatasan kembali menjadi perhatian DPRD Kota Bekasi. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan langkah konkret serta koordinasi lintas daerah agar penanganannya dapat dilakukan secara menyeluruh.
Wakil Ketua I DPRD Kota Bekasi, Nuryadi Darmawan, menegaskan pihaknya akan memberi perhatian serius terhadap persoalan banjir yang kerap terjadi di kawasan perbatasan antara Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.
Salah satu wilayah yang menjadi sorotan berada di Kecamatan Medan Satria yang berbatasan langsung dengan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Kawasan tersebut dinilai memiliki kerentanan tinggi terhadap genangan air bahkan saat hujan dengan intensitas yang tidak terlalu tinggi.
“DPRD Kota Bekasi akan memberikan perhatian serius terhadap sejumlah persoalan strategis terkait penanganan banjir di wilayah perbatasan, khususnya di Kecamatan Medan Satria yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bekasi,” ujar Nuryadi, Kamis (5/3/2026).
Menurut Nuryadi, salah satu penyebab utama banjir di kawasan tersebut adalah kondisi drainase yang belum optimal serta tata kelola aliran air yang belum terintegrasi antara dua wilayah administratif.
Ia menilai persoalan banjir di wilayah perbatasan sering kali menjadi masalah klasik karena penanganannya tidak dapat dilakukan secara parsial.
“Wilayah perbatasan sering menghadapi persoalan klasik, seperti aliran air yang tidak terintegrasi, perbedaan tata kelola drainase, serta belum optimalnya koordinasi lintas daerah,” jelasnya.
Akibat kondisi tersebut, aliran air hujan yang seharusnya mengalir lancar kerap terhambat sehingga memicu genangan di sejumlah titik permukiman warga maupun ruas jalan di wilayah Medan Satria.
Nuryadi menegaskan penanganan banjir tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan batas wilayah administratif. Ia menilai diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif melalui sistem pengelolaan hidrologi yang terintegrasi antara Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.
Karena itu, DPRD meminta Pemerintah Kota Bekasi segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan tersebut.
Beberapa langkah yang dinilai perlu dilakukan antara lain normalisasi saluran air, pembangunan turap penahan tanah, serta pemetaan titik-titik genangan yang selama ini menjadi sumber persoalan banjir.
“Kami meminta agar normalisasi saluran air, pembangunan turap, serta pemindaian titik-titik genangan menjadi prioritas dalam perencanaan dan penganggaran tahun berjalan,” tegasnya.
Selain penanganan jangka pendek, DPRD juga mendorong pemerintah daerah menyusun perencanaan yang lebih terarah dan berkelanjutan untuk mengatasi banjir di wilayah perbatasan.
Dengan koordinasi lintas wilayah serta perbaikan infrastruktur drainase yang lebih sistematis, diharapkan risiko banjir di kawasan Medan Satria dan sekitarnya dapat diminimalkan sehingga masyarakat tidak lagi terdampak genangan setiap kali hujan turun. ***
(ADVETORIAL DPRD KOTA BEKASI)








