BEKASI – Wacana pembangunan Monumen Kali Sasak Kapuk yang digulirkan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mendapat sambutan positif dari Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi. Dukungan tersebut disampaikan saat acara tabur bunga di lokasi tragedi Kali Sasak Kapuk, Bekasi Utara, Minggu (17/8/2025).
“Apa yang tidak mungkin kita kerjakan dengan kolektif kolegial? Kita cek di anggaran, apakah bisa melalui anggaran murni atau anggaran perubahan,” ujar Sardi.
Pernyataan itu seolah menegaskan bahwa monumen perjuangan bisa lahir lewat rumus APBD dan sidang paripurna.
Meski demikian, Sardi menegaskan kesediaannya mendukung penuh rencana tersebut.
“Saya setujui jika direalisasikan (pembangunan Monumen Kali Sasak Kapuk),” katanya memberi stempel politik yang biasanya lebih cepat ketimbang proses realisasinya.
Menurut Sardi, keberadaan monumen ini sangat penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak melupakan akar perjuangan rakyat Bekasi.
“Kita akan melihat monumen perjuangan, dan generasi yang akan datang tidak buta sejarah,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan penghormatan kepada para ulama Bekasi yang turut berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
“Untuk para ulama yang turut berjuang dalam kemerdekaan, semoga dilapangkan amal kuburnya,” ucapnya menutup pidato dengan doa yang menyentuh, meski persoalan anggaran tetap membayangi.
Sasak Kapuk punya catatan penting dalam sejarah Bekasi. Tragedi ini terjadi pada 29 November 1945, ketika Laskar Rakyat pimpinan KH Noer Ali bersama TKR pimpinan M. Hasibuan berjuang menghalau sekutu.
Karena sulit menembus pertahanan rakyat, sekutu menurunkan peralatan perang canggih pada 13 Desember 1945, hingga berhasil menguasai Bekasi dan membuat wilayah ini menjadi lautan api.
Tahun 2025 menjadi momen istimewa karena setelah 80 tahun berlalu, Sasak Kapuk kembali menjadi titik refleksi perjuangan. Pemerintah Kota Bekasi bersama TNI, Polri, dan DPRD menggelar tabur bunga untuk mengenang pengorbanan para pejuang.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa peringatan ini bukan hanya seremonial, tetapi juga komitmen nyata dalam melestarikan sejarah.
“Kita hadir di sini di momentum HUT RI ke-80 untuk menghormati jasa para pahlawan yang telah berjuang mempertahankan kemerdekaan. Bekasi punya sejarah panjang perjuangan, dan ini harus selalu kita wariskan kepada generasi muda,” ujarnya.
Lebih lanjut, Tri memastikan bahwa pembangunan monumen di Sasak Kapuk akan direalisasikan.
“Pemerintah Kota Bekasi akan membangun monumen di Sasak Kapuk sebagai simbol penghormatan dan bukti nyata bahwa perjuangan para pahlawan Bekasi tidak akan pernah dilupakan,” tegasnya.
Monumen ini diharapkan dapat menjadi pengingat kolektif sekaligus memperkuat semangat kebangsaan masyarakat Bekasi, terutama generasi muda. ***
(ADVETORIAL DPRD KOTA BEKASI)








