GESER UNTUK BACA BERITA
JABARPOLITIK

Ketua DPRD Kota Bekasi Ikut Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Bulak Kapal

×

Ketua DPRD Kota Bekasi Ikut Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Bulak Kapal

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Kota Bekasi Ikut Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Bulak Kapal
Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi mengikuti Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Bulak Kapal. (Foto : Ist)

KOTA BEKASI – Saat sebagian warga masih bergelut dengan bantal guling dan sebagian lain begadang demi nonton drakor atau scroll TikTok tanpa ujung, Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, justru memilih aktivitas berbeda: memimpin barisan bersama Forkopimda dalam Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bulak Kapal, Minggu dini hari (17/8/2025).

Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro. Hadir pula jajaran ASN, TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, hingga Damkar, lengkap seperti cast sinetron kolosal, tapi tanpa efek petir buatan. Formasi ini membuktikan, di jam rawan ngantuk sekalipun, aparatur Bekasi tetap siap berjaga, setidaknya untuk urusan seremoni.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Acara diawali dengan penyalaan obor, bukan obor Asian Games atau estafet Olimpiade, melainkan simbol semangat perjuangan. Setelah itu, seluruh peserta larut dalam hening cipta. Hening yang bukan karena sinyal down, tapi untuk mengirim doa pada para pahlawan generasi yang benar-benar tahu arti “berjuang” tanpa harus update status setiap lima menit.

Dalam refleksinya, Sardi Effendi menekankan bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit seperti promo dadakan e-commerce, melainkan hasil darah, air mata, dan pengorbanan para pahlawan.

“Upacara ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah buah dari pengorbanan. Sudah selayaknya kita menjaga dan mengisinya dengan pembangunan yang lebih maju,” ujar Sardi, mencoba tetap berwibawa meski udara dingin dini hari membuat beberapa peserta sibuk merapatkan seragam.

Suasana apel berlangsung khidmat, tertib, dan tentu saja penuh simbol, mulai dari obor hingga hening cipta, yang seakan mengajak peserta menimbang ulang: sudahkah perjuangan diisi dengan kerja nyata, atau sekadar rangkaian seremonial tahunan?

Acara ini sekaligus menjadi “pemanasan” menuju puncak: Upacara Detik-Detik Proklamasi ke-80 RI di Alun-Alun M. Hasibuan. Jika apel dini hari menguji ketahanan fisik peserta menahan kantuk, maka upacara pagi akan menguji ketahanan warga menahan panas matahari sambil tetap semangat berfoto dengan latar merah putih.

Dengan demikian, Bekasi bukan hanya memperingati kemerdekaan, tapi juga membuktikan satu hal: bahwa di jam berapapun, seremonial tetap jalan, meski kantuk kadang ikut apel. ***

(ADVETORIAL DPRD KOTA BEKASI)