SELAT PANJANG — Dalam upaya memastikan kelancaran arus mudik menjelang perayaan Lebaran, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Meranti, Fauzi Hasan, bersama dua anggota DPRD lainnya, Dedi Putra dan Sopandi Rozali, melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Tanjung Harapan pada Senin (1/4/2024) pagi.
Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti mengungkapkan kekecewaannya terhadap lamanya antrian kapal yang mengganggu kelancaran perjalanan. Dia menyoroti pentingnya peningkatan koordinasi dan efisiensi dalam manajemen pelabuhan untuk mengurangi waktu tunggu yang tidak perlu.
Kritik ini menguatkan desakan untuk perbaikan sistem transportasi dan manajemen pelabuhan guna mengakomodasi lonjakan arus mudik dengan lebih efektif di masa mendatang.
“Antrian kapal Ferry di laut sangat lama sekali, durasinya 30 menit hingga satu jam dan kita merasakannya sendiri. Memang kita maklumi kondisi ini karena adanya penambahan armada dan pelabuhan sandarnya cuma ada satu. Tetapi kan kondisi seperti ini tidak harus terjadi, apalagi ada kapal yang datang dalam waktu yang bersamaan, ditambah dengan Speedboat juga bersandar di sana, ini kondisi yang sangat tidak diinginkan,” ungkap Fauzi Hasan.
Fauzi Hasan mengusulkan agar sebagian kapal jenis Speedboat yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Harapan dialihkan sementara untuk mengatasi antrian yang terlalu panjang di pelabuhan. Usulan ini bertujuan meningkatkan kelancaran arus mudik.
Dengan mendorong peralihan sementara kapal-kapal yang bersandar, Fauzi Hasan berharap dapat mengurangi kemacetan dan waktu tunggu yang terlalu lama bagi pemudik. Langkah ini juga diharapkan memberikan ruang bagi kapal-kapal lain yang sedang dalam perjalanan untuk bersandar dan memperlancar aliran transportasi laut.
Usulan ini akan menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan bagi pihak terkait dalam mengatasi tantangan arus mudik setiap tahunnya.
“Dalam kondisi ini kita meminta solusi dari pihak terkait dalam hal ini Pelindo dan KSOP dan mengusulkan kapal Ferry tetap bersandar disini, sementara kapal Speedboat dialihkan sementara ke Pelabuhan Polair, tentunya sudah ditinjau dari segi kelayakannya,” ujarnya.
Dalam upayanya memastikan kelancaran aktivitas di pelabuhan, Fauzi Hasan juga meminta petugas untuk mengatur arus penumpang yang turun naik dengan lebih efisien. Selain itu, dia juga mengadvokasi perbaikan fasilitas parkir kendaraan untuk menghindari kekacauan dan kerumunan yang tidak terkendali.
Langkah ini diambil sebagai upaya konkret untuk meningkatkan pelayanan dan kenyamanan bagi para pemudik yang menggunakan pelabuhan sebagai tempat transit. Dengan pengaturan arus penumpang yang baik dan fasilitas parkir yang diperbaiki, diharapkan akan tercipta lingkungan yang lebih tertib dan aman bagi semua pengguna pelabuhan.
Usulan ini menjadi bagian dari upaya lebih luas untuk meningkatkan infrastruktur dan manajemen pelabuhan guna mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang selama periode arus mudik, terutama menjelang perayaan Lebaran.
“Tidak hanya itu, dalam langkah untuk memastikan pelayanan yang optimal bagi para pengguna pelabuhan, Fauzi Hasan juga mengusulkan agar tidak ada kenaikan tarif masuk pelabuhan sampai dengan perbaikan pelayanan selesai dilakukan,” ucapnya.
Usulan ini bertujuan untuk mendorong pihak pengelola pelabuhan untuk fokus pada perbaikan infrastruktur dan peningkatan kualitas layanan tanpa menambah beban finansial bagi pengguna pelabuhan.
Selanjutnya, Fauzi Hasan bersama dua anggota DPRD lainnya mengunjungi pihak PLN Rayon Selat Panjang untuk memastikan bahwa tidak ada pemadaman listrik yang terjadi di bulan Ramadan dan menjelang lebaran Idul Fitri. ***
(Red)









