Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
HEADLINEJAWA

Program RTLH Desa Gunung Jati Disunat? Ini Penjelasan Kades Ghoni Solikhin

×

Program RTLH Desa Gunung Jati Disunat? Ini Penjelasan Kades Ghoni Solikhin

Sebarkan artikel ini
Kantor Desa Gunung Jati, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal. (Foto : PAN)

TEGAL — Kepala Desa (Kades) Gunung Jati, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Ghoni Solikhin, membantah tudingan yang menyebutkan bahwa program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di desanya telah disunat atau tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

Sebelumnya, warga Desa Gunung Jati, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, mengklaim bahwa mereka menerima bantuan program RTLH dari pemerintah daerah sebesar Rp 20 juta, namun bantuan tersebut hanya berupa bahan fisik saja.

Geser Untuk Baca Berita
Geser Untuk Baca Berita

Nursidin, salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM), menyatakan bahwa bantuan fisik yang diterima dari pihak desa hanya beberapa item saja, dan menurut kalkulasi tukang bangunan yang mengerjakan proyek tersebut, nilai bantuan fisik tersebut berkisar antara Rp 12 hingga Rp 13 juta.

“Saya sudah mencatat semua barang yang sudah saya terima dari pihak desa yaitu 10 batang besi, herbel 8 kubik, lem 5 buah, Pasir 1 engkel dibagi 3 orang,seng 40 lembar, Balok 17 batang dan wuwung 2,” ucapnya

Wasto, pemilik material yang memberikan barang untuk proyek RTLH, mengakui bahwa jumlah uang yang diterima dari pihak desa sebesar Rp 110 juta, dan digunakan untuk membayar barang yang dibelinya, seperti herbel, besi, atap seng, paku, dan lem.

Namun, Kades Ghoni Solikhin menegaskan bahwa klaim yang disampaikan oleh penerima bantuan tidak semuanya benar. Menurutnya, pihak desa telah menyerahkan bantuan RTLH sepenuhnya sesuai dengan rencana anggaran belanja (RAB), dan sudah dicatat dalam SPJ (Surat Pertanggungjawaban).

Kepala Desa juga menegaskan bahwa timplak untuk program RTLH tersebut sudah sesuai dengan RAB, dan terkadang warga penerima manfaat menukar barang yang sudah dikirimkan. Dia juga menyatakan kesiapannya untuk bertemu dengan warga penerima program tersebut guna membahas masalah tersebut lebih lanjut.

“Kami juga siap jika harus dipertemukan dengan warga penerima program tersebut,” tegas Kades. ***

(PAN)