GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

Kandas dan Bocor, KLM Green 6 Tenggelam di Terumbu Stail Karimun

×

Kandas dan Bocor, KLM Green 6 Tenggelam di Terumbu Stail Karimun

Sebarkan artikel ini
Kandas dan Bocor, KLM Green 6 Tenggelam di Terumbu Stail Karimun
Kandas dan Bocor, KLM Green 6 Tenggelam di Terumbu Stail Karimun. (Foto : Basarnas)

TANJUNGPINANG – Kapal Layar Motor (KLM) Green 6 dilaporkan tenggelam di Perairan Terumbu Stail, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, pada Sabtu (25/10/2025) pagi. Satu orang kru kapal dilaporkan hilang dan hingga kini masih dalam pencarian oleh Tim SAR Tanjungpinang.

Informasi awal diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Tanjungpinang dari Koordinator Pos SAR Tanjung Balai Karimun pada pukul 14.05 WIB. Laporan tersebut disampaikan oleh Anwar Siregar dari PT Sajidan Perkasa Bahari, agen kapal KLM Green 6.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Menurut laporan, insiden berawal sekitar pukul 10.11 WIB ketika nakhoda KLM Green 6 mengabarkan bahwa kapal mereka kandas dan mengalami kebocoran parah. Dalam situasi darurat, nakhoda segera meminta bantuan dari kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi.

Tak lama kemudian, KM Melci 88 (GT 29) datang untuk membantu mengevakuasi Anak Buah Kapal (ABK). Namun derasnya air laut yang masuk membuat kapal tak mampu bertahan dan akhirnya tenggelam.

Satu orang kru kapal bernama Andika Franata Panjaitan, yang bertugas sebagai kelasi, dilaporkan hilang dalam proses evakuasi tersebut.

Menindaklanjuti laporan itu, Kepala Kantor SAR Kelas A Tanjungpinang segera mengerahkan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) 01 TBK dan lima personel rescue untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan.

Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan timnya langsung menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi SAR. Ia juga mengimbau masyarakat dan nelayan di sekitar perairan Terumbu Stail agar ikut membantu dengan memberikan informasi apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Kami mohon kepada nelayan yang beraktivitas di wilayah tersebut untuk segera melapor jika melihat sesuatu yang mencurigakan di perairan. Setiap informasi sangat berarti bagi upaya pencarian korban,” ujarnya.

Pencarian terus dilakukan secara intensif, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus laut, dan jarak pandang di sekitar lokasi tenggelamnya kapal. Hingga berita ini diterbitkan, tim masih melakukan penyisiran di beberapa titik yang diduga menjadi lokasi korban terbawa arus. ***