KARIMUN – Operasi SAR kecelakaan kapal speed boat yang tenggelam di Perairan Tanjung Rambut, depan Coastal Area Tanjung Balai Karimun, resmi ditutup setelah seluruh korban berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan.
PH. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, M Fathur Rachman, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa penutupan operasi dilakukan usai korban terakhir ditemukan pada hari kedua pencarian.
“Seluruh korban telah ditemukan, sehingga Operasi SAR resmi kami tutup dan seluruh unsur SAR kembali ke pangkalan masing-masing,” ujar Fathur, Sabtu (10/1/2026).
Informasi awal kecelakaan diterima pada Jumat, 9 Januari 2026 pukul 06.40 WIB dari Toni, anggota Polairud Tanjung Balai Karimun. Laporan tersebut menyebutkan adanya speed boat tenggelam di Perairan Tanjung Rambut.
Berdasarkan laporan yang diterima Tim SAR, kecelakaan terjadi pada Rabu, 7 Januari 2026 sekira pukul 23.00 WIB. Speed boat pancung bermesin 200 PK dengan empat orang penumpang berangkat memancing dari Pintu Air Kolong menuju perairan depan Coastal Area Tanjung Balai Karimun.
Sekira pukul 01.00 WIB, kondisi cuaca memburuk disertai gelombang tinggi. Mesin kapal mengalami gangguan dan tidak dapat dihidupkan, hingga akhirnya speed boat terbalik dan seluruh penumpang terjatuh ke laut.
Pada pukul 11.00 WIB, tiga orang korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh KM Sempurna di Perairan Pulau Pandan dan selanjutnya dievakuasi oleh Satpolairud Polres Karimun. Sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian.
Memasuki hari kedua operasi (H.2), Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian sesuai rencana operasi dengan membagi kekuatan menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan penyisiran di wilayah pesisir Coastal Area, sementara SRU 2 melaksanakan pencarian di sekitar Pulau Parit dengan total luas area pencarian mencapai 25 nautical mile persegi.
Selain penyisiran, Tim SAR Gabungan juga melakukan koordinasi dengan VTS Batam dan MPA Singapore guna memperluas jangkauan informasi pencarian di jalur pelayaran.
Upaya pencarian membuahkan hasil pada TW 0110 pukul 15.27 WIB. Korban terakhir atas nama Zainudin (33) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada koordinat 00° 56.725′ N – 103° 22.925′ E, sekitar ±15 nautical mile dari lokasi awal kejadian.
Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Muhammad Sani Tanjung Balai Karimun untuk penanganan lebih lanjut.
Operasi SAR ini melibatkan unsur Pos Pencarian dan Pertolongan Tanjung Balai Karimun, Satpolairud Polres Karimun, Lanal Tanjung Balai Karimun, serta dukungan masyarakat setempat.
Tim SAR Gabungan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, sehingga pelaksanaan Operasi SAR dapat berjalan dengan aman dan lancar.***









