TANJUNGPINANG – Gelaran Kepri Art & Culture International (KACI) 2025 tak hanya menjadi ajang perayaan budaya Melayu dan kolaborasi lintas negara, tetapi juga menjadi momen bersejarah bagi dunia seni dan edukasi di Kepulauan Riau. Dalam acara pembukaan KACI 2025 pada Selasa, 25 November 2025, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dijadwalkan secara resmi akan meluncurkan film animasi “Gurindam 12”, sebuah karya yang terinspirasi dari mahakarya pujangga besar Raja Ali Haji.
Peluncuran film animasi ini menandai langkah maju Pemprov Kepri dalam memperkenalkan warisan budaya Melayu kepada generasi muda dengan sentuhan teknologi modern.
“Peluncuran film ini adalah bagian dari komitmen kami untuk membawa nilai-nilai luhur budaya Melayu ke era digital. Melalui animasi, generasi muda bisa lebih dekat dengan karya besar Raja Ali Haji,” ujar Gubernur Ansar Ahmad, Selasa (11/11/2025).
Film animasi “Gurindam 12” ini digarap oleh PT Kinema Systrans Multimedia bekerja sama dengan Infinite Studio Nongsa Batam. Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Provinsi Kepri menghadirkan karya visual edukatif yang mengangkat nilai moral dan kearifan lokal Melayu dalam format yang menarik dan mudah dipahami oleh anak muda.
Menurut Hasan, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, film ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana pembelajaran.
“Ini adalah semangat melestarikan budaya melalui sentuhan teknologi modern yang mengundang optimisme. Kami ingin anak-anak Kepri dan Indonesia mengenal siapa Raja Ali Haji, dan memahami pesan moral dari Gurindam 12,” ungkap Hasan, Senin (10/11/2025).
“Gurindam 12” merupakan karya sastra klasik Melayu yang berisi dua belas pasal nasihat kehidupan, moral, dan budi pekerti. Dengan peluncuran versi animasinya di panggung KACI 2025, Kepri menunjukkan komitmennya menjaga dan menghidupkan kembali warisan budaya yang telah diakui secara nasional.
Selain peluncuran film, pada malam yang sama Gubernur Ansar Ahmad juga memperkenalkan Calendar of Events (COE) Pariwisata Kepri 2026, yang berisi agenda besar pariwisata untuk memperkuat posisi Kepri sebagai pusat budaya Melayu Asia Tenggara.
Peluncuran film animasi ini menjadi bagian dari rangkaian acara pembukaan yang megah di Gedung LAM Tanjungpinang, bersamaan dengan penampilan Wali Band dan pertunjukan tari kolosal.
Perpaduan budaya tradisional dan inovasi digital ini menegaskan bahwa Kepri siap membawa identitas Melayunya ke pentas global dengan cara yang modern, kreatif, dan berkelas.
“Melalui KACI 2025, kita ingin menunjukkan bahwa budaya Melayu bukan masa lalu, melainkan masa depan yang bisa terus kita bawa ke dunia,” tegas Ansar Ahmad. ***









