Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
HEADLINEKEPULAUAN RIAUPOLITIK

Emosi! Saksi PDI Perjuangan Lemparkan HP ke Arah KPU Hingga Pecahkan Meja Saat Pleno Rekapitulasi Perolehan Suara DPRD Provinsi Kepri

×

Emosi! Saksi PDI Perjuangan Lemparkan HP ke Arah KPU Hingga Pecahkan Meja Saat Pleno Rekapitulasi Perolehan Suara DPRD Provinsi Kepri

Sebarkan artikel ini
Saksi dari PDI Perjuangan, Andi Corry Fatahuddin diamankan petugas pada rapat pleno rekapitulasi suara DPRD Provinsi Kepri oleh KPU Tanjung Pinang. (Foto : Ist)

TANJUNG PINANG — Saksi dari PDI Perjuangan melakukan aksi protes dengan keras saat rapat pleno rekapitulasi perolehan suara tingkat Kota Tanjung Pinang di Hotel CK pada Sabtu, 2 Maret 2024. Saksi PDI Perjuangan Andi Corry Fatahuddin terlihat melempar handphone ke arah anggota KPU Tanjung Pinang sebagai bentuk protes.

Kejadian ini dipicu oleh ketidakpuasan terhadap hasil rekapitulasi perolehan suara calon DPRD Provinsi Kepri dari Sirekap yang diumumkan oleh KPU Kota Tanjung Pinang. Hasil tersebut tidak sesuai dengan perhitungan internal PDI Perjuangan. Menurut KPU, perolehan suara PDI Perjuangan adalah sebanyak 3.076, sedangkan PDI Perjuangan mencatat sebanyak 3.176.

Geser Untuk Baca Berita
Geser Untuk Baca Berita

Corry menegaskan bahwa perolehan suara PDI Perjuangan seharusnya mencapai 3.176, tidak 3.076 sesuai dengan yang diumumkan KPU Kota Tanjung Pinang. Ketegangan semakin meningkat setelah saksi dari Hanura menyatakan bahwa suara PDI Perjuangan untuk DPRD Kepri hanya 3.046.

Aksi protes Corry mencapai puncaknya ketika ia melemparkan handphone (HP) dengan sekuat tenaga ke arah komisioner KPU yang berada di depannya. Bahkan, meja kaca di depannya pecah karena dibanting oleh Corry yang tidak bisa mengendalikan emosinya.

Situasi memanas hingga Kapolres Tanjung Pinang, Kombes Pol Heribertus Omposunggu, turun tangan untuk mengamankan situasi. Corry diminta keluar dari ruangan rapat pleno, dan pleno sempat ditunda.

Ketua KPU Tanjung Pinang, Muhammad Faizal, mengonfirmasi bahwa pleno ditunda karena situasi yang tidak terkendali. Meskipun penyelenggara berharap rapat pleno dapat dilanjutkan pada malam hari, keputusan untuk menunda diambil untuk menjaga keamanan.***

(Red)