Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
JABODETABEK

Didampingi Bey Machmudin, Presiden Jokowi Janji Salurkan Beras Sampai Juni 2024

×

Didampingi Bey Machmudin, Presiden Jokowi Janji Salurkan Beras Sampai Juni 2024

Sebarkan artikel ini
Presiden Jokowi janji salurkan beras kepada masyarakat yang membutuhkan sampai bulan Juni di Kabupaten Bekasi. (Foto : Diskominfo Jabar)

KABUPATEN BEKASI — Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut serta dalam kegiatan penyaluran beras kepada masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Bekasi.

Acara pembagian bantuan pangan negara itu dilaksanakan di Gudang Bulog Cibitung dan dihadiri oleh para keluarga penerima manfaat dengan tingkat antusiasme yang tinggi, pada Jumat, (16/2/2024).

Geser Untuk Baca Berita
Geser Untuk Baca Berita

Pada kesempatan tersebut, juga hadir Penjabat (Pj) Bupati Bekasi, Dani Ramdani, Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, Menteri BUMN, Erick Thohir, Kepala Bapanas, Arief Prasetyo, serta Dirut Bulog, Bayu Krishnamukti.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyapa hadirin dengan hangat dan memastikan bahwa beras sebanyak 10 kilogram sudah diterima oleh semua penerima manfaat. Beliau juga menegaskan bahwa bantuan beras akan terus disalurkan setiap bulannya hingga bulan Juni 2024.

“Selamat pagi! Sehat semuanya? Tersenyum semuanya, ada apa kenapa? Jadi yang 10 kilo sudah diterima semuanya? Bulan Januari sudah diterima? Februari ini diterima, nanti Maret, April, Mei, Juni,” ujar Preside Jokowi.

Jokowi menjelaskan bahwa pemerintah berusaha membantu rakyatnya di tengah isu krisis pangan dengan memberikan bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan.

Meskipun jumlah tersebut mungkin tidak mencukupi kebutuhan sepenuhnya, namun bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat, terutama menghadapi kenaikan harga beras.

Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya memberikan bantuan beras kepada masyarakat selama memungkinkan, dan akan meninjau kembali pada bulan-bulan berikutnya sesuai dengan kemampuan anggaran negara yang tersedia.

“Siapa yang tidak setuju sampai Juni? Nanti kita lihat di APBN kalau pemerintah punya kemampuan dilanjut lagi ke bulan berikutnya, tapi janji saya sampai Juni dulu,” pungkas Jokowi. ***

(Red)